• Biografi Tokoh Islam

    Kumpulan Biografi Para Tokoh Islam Ternama dan Sejarah Perkembangan Islam Dunia

  • Biografi Penemu Dunia

    Kumpulan Biografi Para Penemu Terkenal di Dunia dan Sejarah Pertama Penemuannya

  • Biografi Pahlawan Indonesia

    Kumpulan Biografi Para Pahlawan Nasional Indonesia dan Sejarah Perjuangan Indonesia

Showing posts with label Inspira. Show all posts
Showing posts with label Inspira. Show all posts

Wirda Salamah Ulya Putri Ustadz Yusuf Mansur

Biografi Profil Biodata Wirda Salamah Ulya Putri Ustadz Yusuf MansurWirda Salamah Ulya adalah putri pertama Ustadz Yusuf Mansur yang lahir tanggal 29 November 2001. Di umur yang masih sangat belia ini, Wirda sudah hafal A Qur'an 30 juz. Wirda menginspirasi seluruh orang, utamanya anak-anak supaya bisa jadi hafidzah. Ayahnya Yusuf Mansur (lahir di Jakarta, 19 Desember 1976; umur 38 tahun) adalah seorang tokoh pendakwah, penulis buku dan pengusaha dari Betawi, sekaligus pimpinan dari pondok pesantren Daarul Quran Bulak santri, Cipondoh, Tangerang dan pengajian Wisata Hati. Ia lahir dari keluarga Betawi berkecukupan pasangan Abdurrahman Mimbar dan Humrifíah dan sangat dimanja orang tuanya.

Biodata Wirda Salamah Ulya Putri Yusuf Mansur:

Nama : Wirda Salamah Ulya
Lahir : 29 November 2001
Ayah : Yusuf Mansyur
Ibu : Siti Maimunah
twitter: @Wirda_Mansur

Biografi Profil Biodata Wirda Salamah Ulya Putri Yusuf MansurWirda Salamah Ulya, putri ustadz Yusuf Mansur selain pintar juga memiliki pesona bagi remaja masa kini. Kecantikan putri sulung Yusuf Mansur ini seiring dengan kepandaiannya dalam ilmu agama. Tak heran jika, duta Quran ini membuat banyak penasaran tentang pria idamannya. Menurut informasi, tak sedikit pria yang sudah mencoba melamar Wirda namun tak juga berhasil. Terakhir, Wirda dilamar oleh seorang Syeikh. Informasi itu sendiri diungkapkan Wirda di akun askfm-nya.

Namun terkait calon, tampaknya Wirda sudah mendapatkannya. Hal itu diungkapkan Wirda saat menjawab pertanyaan penggemarnya. Hingga kini Wirda belum membeberkan identitas calonnya itu, namun ada satu foto di instagramnnya yang membuat netizen baper (terbawa perasaan). Ya, foto Wirda dengan Muzammil Hasballah. Pemuda 23 tahun yang kini tenar berkat bacaan Al Quraannya yang merdu saat menjadi memimpin shalat. Muzammil adalah imam masjid Salman ITB yang sempat dikagumi imam Masjidil Haram Makkah. Muzammil juga dikenal dekat dengan ayah Wirda, Yusuf Mansur. Netizen yang menyaksikan kedekatan Wirda dan Muzammil ramai-ramai mendoakan agar keduanya berjodoh. #Lihat pula : Biodata Muzammil Hasballah - Imam Masjid Salman ITB

Keluarga Pak Muh Jaidi - Yislam dan Fadil serta Dilla

Profil Biodata Keluarga Pak Muh Jaidi - Yislam dan Fadil serta DillaMuhammad Jaidi atau akrab dengan sapaan Pak Muh merupakan seorang ayah dari sebuah keluarga keturunan Arab yang sering kali jadi sorotan karena keseruannya. Pak Muh merupakan seorang pemilik pabrik genteng. Kehidupan sehari-harinya yang dekat dengan sang anak rupanya membuahkan konten yang menghibur bagi orang Indonesia. Sosok Pak Muh selalu sumringah setiap kali minum kopi ini pernah jadi trending di Twitter karena video Youtube Rewind 2020. Pak Muh mendapat apreasi sebagai seorang entertainer dari warganet. 

Yislam Al Jaidi yang lahir di Jakarta pada tahun 1993 adalah anak sulung keluarga Pak Muh. Yislam Al Jaidi merupakan seorang dokter umum lulusan Universitas YARSI yang mengambil jurusan kedokteran mengambil program spesialis Kardiologi di Universitas Indonesia. Dokter berwajah tampan yang bekerja di salah satu rumah sakit di bilangan Jatinegara, Jakarta Timur ini merupakan sosok yang suka berolahraga. 

Fadil Jaidi kelahiran 17 Oktober 1994 adalah anak kedua keluarga Pak Muh. Selain aktif membuat konten di Instagram, ia juga dikenal sebagai seorang YouTuber. Fadil Jaidi memang kerap membagikan potret usilnya mengganggu sang ayah. Selain itu, beberapa video kompak bersama keluarga pun kerap ia bagikan. Nama Fadil Jaidi semakin dikenal masyarakat luas setelah video lucunya dan sang ayah tersebar di media sosial. 

Dilla Jaidi yang lahir di Jakarta pada tanggal 25 September 1999 merupakan bungsu dari tiga bersaudara ini dan menjadi satu-satunya anak perempuan di keluarga. Mahasiswi Universitas Binus atau Bina Nusantara Jakarta ini dikenal sebagai beauty influencer yang sering membagikan konten-konten serta tips make up dan kecantikan kulit di akun media sosialnya. Dirinya juga berprofesi sebagai Make Up Artist yang sering mendapat panggilan untuk merias wajah beberapa client. 

Demikian sekelumit potret keluarga Muhammad Jaidi atau akrab dengan sapaan Pak Muh beserta anak-anaknya yang cukup menginspirasi.

Biodata Felicia Tissue Mantan Kaesang Pangarep

Biografi Profil Biodata Felicia Tissue pacar kekasih Kaesang PangarepFelicia Tissue yang lahir 9 Maret 1994 merupakan lulusan Institute of Management University (S1) Singapura. Felicia Tissue sudah cukup lama menjalin hubungan dengan Kaesang Pangarep. Keduanya merupakan teman saat sama-sama melanjutkan studi di Singapura. Namun kini sepertinya mereka tak lagi bersama. 

Sebelumnya, pemilik akun instagram @feliciatissue sering muncul dalam unggahan instagram Kaesang Pangarep. Cowok yang dulu kerap mengaku jomblo di akun media sosialnya, kini kerap memamerkan fotonya bersama seorang gadis. Bahkan tak sedikit netizen yang menggadang-gadang gadis itu sebagai calon menantu Presiden Joko Widodo berikutnya.

Putra bungsu Jokowi yang berusia 21 tahun ini kerap mengunggah foto dirinya dengan seorang wanita berkulit putih dan bermata sipit yang membuat banyak komentar patah hati di instagram Kaesang. Namun Kaesang belum pernah menyebut bahwa Felicia ini adalah kekasih hatinya. Dari beberapa postingannya Kaesang menyebut Felicia dengan panggilan Doi atau Nduk yang membuat netizen yakin bahwa sosok ini akan menjadi mantu Jokowi selanjutnya.

Kaesang diperkirakan berpacaran dengan seorang gadis berparas cantik keturunan Tionghoa bernama Felicia Tissue. Hal itu dilihat dari akun Instagram milik Felicia yakni @feliciatissue. Hanya saja akun ini dibuat private, sehingga tak sembarang orang bisa melihatnya. Felicia diketahui merupakan teman sekolah Kaesang di Singapura. Meski tak ada pernyataan resmi bahwa Felicia adalah kekasih Kaesang, bahasa tubuh keduanya menunjukkan hal itu. Kini hubungan spesial Kaesang dan Felicia sepertinya makin serius.

Fatkhan Sibyan dan Ummi Munawaroh Bojonegoro

Profil Biodata Pasutri Fatkhan Sibyan dan Ummi Munawaroh MeninggalPasangan suami istri berusia sekitar 60 tahun di Kelurahan Sukorejo, Kabupaten Bojonegoro meninggal secara bersamaan, hanya selisih jam. Seolah mengesankan tak ingin berpisah, pasangan bernama H Fathkan Sibyan dan Hj Ummi Munawaroh meninggal dunia pada Jumat (5/2/2021) dini hari. 

Sang istri lebih dulu meninggal dunia pada pukul 01.30 WIB. Sedangkan suaminya, Fathkan meninggal sekitar pukul 04.00 WIB. Sebelum meninggal dunia, Ummi Munawaroh diketahui menderita sakit katisen atau kedinginan serta sesak nafas. Sebagaimana penyakit pada orang tua. Sedangkan Fathkan terlihat sehat seperti hari-hari biasa. 

Cucu dari kakak kandung H Fathkan, Rafi Afiyudin mengatakan, begitu mengetahui neneknya Ummi meninggal, ia langsung datang ke rumahnya. Haji Fathkan terlihat sedih sembari memandangi istrinya yang sudah membujur kaku. Ia pun berusaha menenangkan sang kakek yang saat itu kehilangan belahan jiwanya. "Kakek sangat kehilangan saat itu, saya berusaha menenangkannya," ujar Rafi, Sabtu (6/2/2021). 

Dia menjelaskan, setelah istri lebih dulu meninggal, kakek juga bilang kalau teman seperjuangan hidupnya meninggal dunia. Setelah itu tak berlangsung lama Mbah Fathkan mengucapkan kata-kata yang kurang jelas, tak lama kemudian ia juga meninggal dunia. Keduanya lantas dimakamkan dalam satu liang lahat bersama istrinya. 

Semasa hidupnya, pasutri yang mempunyai usaha di bidang konveksi itu selalu bersama-sama, baik saat menunaikan ibadah salat di masjid maupun pergi ke tempat usahanya Jalan Gajah Mada. "Selalu naik motor Vespa, terlihat selalu romantis. Keduanya dimakamkan di satu liang lahat," ungkapnya. Masih kata Rafi, mbah Fathkan dan Ummi memang tidak mempunyai keturunan. 

Namun, keduanya diberikan banyak rezeki dan usahanya juga terbilang sukses. Saking suksesnya, keduanya juga membangun sebuah pondok dan masjid. Bahkan, menurut ulama setempat, Mbah Fathkan berdoa ingin meninggal dunia bersama istrinya. "Mbah Fathkan membangun masjid dan pondok, semoga amal ibadah keduanya diterima Allah SWT dan keduanya ditempatkan di surga," pungkasnya.

Biografi John Kei dan Nus Kei Bersaudara

Biografi Profil Biodata John Kei vs Nus Kei - Mualaf Masuk Islam wikipedia indonesiaJohn Kei (42) atau yang bernama asli John Refra sejak usia belia memutuskan keluar dari tanah kelahirannya di Tutrean, Pulau Kei, Maluku, menuju ke Surabaya pada tahun 1986. Setahun kemudian, John datang ke Ibu Kota dan mulai memperkenalkan diri sebagai John Kei kendati nama aslinya adalah John Refra. John yang sifatnya cuek ini tak malu harus hidup di kolong jembatan saat di Surabaya. Di saat itu, John mulai harus berjuang sendiri untuk hidup. Kehidupan keras anak jalanan ditempuhnya. Dengan watak yang juga keras, John pun mampu bertahan. Pindah ke Jakarta, keahlian John dalam bergaul dan memberikan pengaruh juga akhirnya berdampak dengan lingkungan barunya di kawasan Berlan, Jakarta Pusat. John kemudian tumbuh sebagai seorang "yang dituakan". Ia pula dipercaya sebagai Ketua Angkatan Muda Kei sejak tahun 1998 dan belum pernah digantikan hingga kini. Berawal dari perjuangan seorang diri, John Kei kini justru memiliki belasan ribu pengikut setianya. Ia juga disebut-sebut memiliki bisnis jasa pengamanan, jasa penagihan, jasa konsultan hukum, dan pemilik sasana tinju Putra Kei yang memberikan kemakmuran tersendiri bagi John dan keluarganya. Tetapi, kehidupan John tidak lepas dari catatan kriminalnya yang cukup panjang. Adik kandung John Kei, Tito Kei mengatakan, meski secara fisik kakaknya terlihat seram dan galak, sebenarnya dia adalah sosok penyayang. "Coba saja yang kenal dekat dia. Pasti akan bilang dia orang paling baik karena dia sangat peduli dengan adik-adik atau orang-orang susah. Orangnya dermawan," tutur Tito. Contoh kedermawanan John, imbuh Tito, ada dengan pembangunan sebuah gereja dan rumah pastor di kampung halaman mereka di Pulau Kei. John di sana menjadi penasihat pembangunan gereja, sedangkan Tito ketua pelaksananya. Selain membangun gereja, John juga memutuskan untuk membantu 20 rumah warga di Pulau Kei yang masih beratapkan jerami. Dia juga sempat membantu Umar Kei, keponakan John Kei, dengan memberikan lampu-lampu taman di halaman masjid. Dengan sifat John Kei yang peduli itu, Tito menjadikan sosok John sebagai idola di dalam keluarga.